Articles
Boring to Brilliant: Fun & Impactful Creative PowerPoint Slides
Tangerang, 28 Mei 2026 – PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) telah menyelenggarakan sesi pelatihan daring melalui Teams “Boring to Brilliant: Fun & Impactful Creative PowerPoint Slides”. Sesi informatif yang dibawakan oleh Bapak Riki Agustian selaku Marketing Head Bandung ini bertujuan membekali para peserta dengan kemampuan menyusun presentasi yang tidak hanya rapi, tetapi juga memukau secara visual.
Mengapa Kita Membutuhkan Slide yang Berdampak?
Sebuah presentasi yang efektif harus mampu ditangkap dengan cepat dan tidak membuat audiens cepat bosan. Untuk mencapai hal tersebut, terdapat beberapa aturan dasar (Do’s and Don’ts) yang sangat krusial untuk diterapkan:
- Aturan 555: Batasi penggunaan teks dengan maksimal 5 kata per kalimat, maksimal 5 kalimat per slide, dan maksimal 5 slide berturut-turut yang hanya berisi tulisan.
- Aturan 10/20/30 (Guy Kawasaki): Rancang presentasi yang padat dengan maksimal 10 slide, durasi penyampaian 20 menit, dan ukuran font minimal 30.
- Aturan 3 Detik: Pastikan tata letak slide sangat jelas dan intuitif, sehingga audiens dapat langsung memahami pesan utama dan ajakan bertindak (Call to Action) hanya dalam waktu 3 detik.
- Identitas Korporat: Pastikan selalu menggunakan font resmi perusahaan (Arial) untuk seluruh judul dan konten tulisan presentasi.
Golden Ratio dan Visualisasi Data
Tampilan visual sangat menentukan tingkat keterlibatan audiens. Pendekatan tata letak (layout) terbaik adalah menggunakan prinsip proporsi Golden Ratio, di mana 60% hingga 70% area slide didedikasikan untuk gambar visual, sementara 30% hingga 40% sisanya digunakan untuk teks deskripsi.
Selain itu, penyajian data tidak boleh ditampilkan secara kaku. Tabel data bisnis, laporan profit/loss, maupun analisis SWOT yang kompleks harus disederhanakan dan dipecah ke dalam elemen-elemen visual agar pesannya jauh lebih mudah dicerna oleh audiens.
Fun and Impactful: Menghidupkan Presentasi
Untuk mengubah presentasi dari status “membosankan” menjadi “brilian”, dibutuhkan sentuhan kreativitas visual. Berikut adalah teknik aplikatif yang bisa langsung diimplementasikan:
- Optimalisasi Gambar: Gunakan gambar berformat PNG transparan, sesuaikan latar belakang slide (adjusting background), dan manfaatkan figur grafis dari template gratis untuk memperkaya visual.
- Sisipkan Gimmick: Tambahkan elemen kejutan atau gimmick yang menyegarkan pada bagian pembuka (opening) dan pertengahan presentasi (middle) untuk memecah kebosanan dan menarik kembali fokus audiens.
- Transisi Morph: Tinggalkan animasi tradisional dan beralihlah menggunakan efek Morph transitions. Efek ini mampu menciptakan pergerakan visual yang halus dan sangat dinamis, khususnya saat menjabarkan rancangan Action Plan langkah demi langkah.
BINTANG UTAMANYA ADALAH ANDA, BUKAN SLIDE Ingatlah bahwa slide hanyalah alat pendukung (supporting tools) bagi pesan Anda. Jangan biarkan slide mendominasi panggung Anda.
- Untuk presentasi Offline: Fokus audiens idealnya adalah 70% pada presenter dan 30% pada slide.
- Untuk presentasi Online: Fokus audiens idealnya disesuaikan menjadi 60% pada presenter dan 40% pada slide.
Merancang Ide dari Awal (Scratch)
Sebagai penutup, proses merancang ide presentasi yang memukau harus selalu dimulai dengan menentukan pesan utama apa yang ingin Anda sampaikan. Setelah itu, barulah Anda merancang ide headline, menyusun deskripsi pendukung, dan menentukan Call to Action (CTA) tentang bagaimana ide tersebut dieksekusi.
Dengan menerapkan prinsip desain yang berdampak tinggi ini, diharapkan standar presentasi komunikasi karyawan dapat semakin meningkat, dan profesional.
[Marketing Communication LGI]


