Articles
Refreshment ISO 9001:2015 & ISO 27001:2022: Mengukuhkan Kualitas Layanan dan Keamanan Informasi
Tangerang, 9 Juli 2026 – PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) menyelenggarakan sesi “Refreshment ISO 27001:2022 & ISO 9001:2015”. Sesi ini menghadirkan Bapak Ir. Indryadi Hardi S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng dari IT GRC Business Unit – Robere & Associate, untuk mengupas pentingnya integrasi standar operasional bertaraf internasional di lingkungan operasional perusahaan.
Kualitas dan Keamanan: Sebuah Kebutuhan Mutlak
Pernahkah Anda membayangkan apa jadinya jika layanan asuransi yang prima tidak diimbangi dengan perlindungan data nasabah yang maksimal?
Menjawab tantangan di era digital saat ini, memberikan pelayanan terbaik saja tidak lagi cukup. Menjaga kerahasiaan dan keamanan data nasabah kini menjadi fondasi utama bagi kelangsungan bisnis yang tangguh. Sesi ini menjelaskan gambaran umum bahwa mengintegrasikan kualitas layanan dengan perlindungan aset informasi adalah strategi krusial agar perusahaan terus mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat.
ISO 9001:2015 – Fondasi Mutu dan Kepuasan Pelanggan
Sebagaimana dipaparkan oleh narasumber, secara umum fokus utama dari standar ISO 9001:2015 adalah Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System). Standar ini memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional berorientasi pada kepuasan pelanggan dan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement). Penerapannya mendorong setiap proses dari hulu ke hilir dievaluasi secara berkala, sehingga operasional berjalan efisien, minim kendala, dan layanan asuransi yang diberikan mampu secara konsisten melampaui ekspektasi nasabah.
ISO/IEC 27001:2022 – Benteng Tangguh Aset Informasi
Jika mutu berfokus pada kelancaran operasional, maka ISO/IEC 27001:2022 hadir sebagai pelindung mutlak bagi aset informasi. Dalam industri asuransi yang mengelola jutaan data sensitif, informasi nasabah adalah aset yang tak ternilai. Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System) versi terbaru ini secara komprehensif dirancang untuk memitigasi risiko keamanan siber dan mencegah insiden kebocoran data. Fokus utamanya adalah memastikan tiga pilar utama: kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity), dan ketersediaan (availability) data perusahaan selalu terjaga dengan ketat.

Integrasi Sistem sebagai Tanggung Jawab Bersama
Sinergi antara ISO 9001:2015 dan ISO/IEC 27001:2022 menciptakan ekosistem bisnis yang holistik dan kebal terhadap berbagai ancaman digital. Melalui sesi ini, diharapkan seluruh karyawan menyadari bahwa kepatuhan terhadap standar operasional ini bukan sekadar pemenuhan regulasi.
Menjaga kualitas layanan dan melindungi keamanan informasi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen perusahaan. Dedikasi terhadap standar ini menjadi bukti nyata komitmen LGI dalam menghadirkan rasa aman dan ketenangan pikiran, sekaligus mengukuhkan posisi perusahaan sebagai mitra tepercaya.
[Marketing Communication LGI]


