Health Corner – LGI https://www.lgi.co.id a company of Hanwha Tue, 12 May 2026 02:30:46 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.14 https://www.lgi.co.id/uploads/2020/07/loogo512x512-150x150.jpg Health Corner – LGI https://www.lgi.co.id 32 32 Ini Beda Stroke, Serangan Jantung, dan Henti Jantung, Jangan Salah! https://www.lgi.co.id/ini-beda-stroke-serangan-jantung-dan-henti-jantung-jangan-salah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ini-beda-stroke-serangan-jantung-dan-henti-jantung-jangan-salah Tue, 12 May 2026 02:27:39 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25096

Stroke, serangan jantung, dan henti jantung adalah tiga kondisi medis yang kerap menimbulkan gejala serupa. Karena itu, sebagian individu mungkin kesulitan untuk membedakan stroke, serangan jantung, dan henti jantung. Pada dasarnya, beda stroke dan serangan jantung maupun henti jantung dapat dilihat melalui gejala-gejala yang lebih spesifik, seperti detak jantung serta kemampuan saraf tertentu, misalnya, saraf otot di area wajah.

Untuk memahami beda stroke serangan jantung, dan henti jantung selengkapnya, Anda dapat menyimak artikel berikut ini sampai tuntas.

Perbedaan Stroke, Serangan Jantung, dan Henti Jantung

Stroke, serangan jantung, dan henti jantung kerap membuat penderitanya mengalami penurunan kesadaran hingga pingsan. Meski begitu, perlu dipahami bahwa ketiga kondisi tersebut merupakan masalah kesehatan yang berbeda.

Pada dasarnya, stroke adalah kondisi ketika terdapat gangguan pada aliran darah di otak. Sementara itu, serangan jantung dan henti jantung secara garis besarnya merupakan kondisi yang dapat memengaruhi fungsi dan kerja jantung.

Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa perbedaan stroke, serangan jantung, dan henti jantung yang perlu dipahami:

1 Penyebab

Perbedaan stroke dan serangan jantung maupun henti jantung yang pertama dapat dilihat dari penyebabnya. Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terhambat akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik).

Source: Freepik

Penyumbatan pada pembuluh darah di otak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi atau karena adanya penyempitan pembuluh darah akibat plak (aterosklerosis). Sedangkan stroke hemoragik bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti tekanan darah tinggi, aneurisma otak (penggelembungan pembuluh darah otak), trauma otak, atau efek samping dari obat pengencer darah.

Sementara itu, serangan jantung (acute coronary syndrome) adalah gangguan jantung yang disebabkan oleh adanya penyumbatan arteri koroner (pembuluh darah jantung), sehingga dapat menghalangi aliran darah untuk mencapai jantung. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh aterosklerosis (penumpukan plak lemak trans, lemak jenuh, kolesterol LDL, dan zat-zat lainnya pada lapisan pembuluh darah arteri koroner).

Di sisi lain, henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba akibat adanya gangguan sinyal listrik pada otot jantung. Kondisi ini kerap dipicu oleh aritmia (gangguan irama jantung). Adapun salah satu jenis aritmia yang terkait dengan henti jantung adalah fibrilasi ventrikel (gangguan sinyal listrik pada bilik atau ventrikel jantung).

Selain itu, henti jantung juga disebabkan oleh beberapa kondisi lainnya seperti penyakit jantung koroner, kardiomiopati, penyakit katup jantung, maupun penyebab selain masalah jantung seperti hipovolemia (kekurangan volume darah), hipoksia, asidosis, hipotermia, abnormalitas kadar elektrolit, trauma, dan lain-lain.

Source: Freepik

2 Gejala

Perbedaan antara stroke, serangan jantung, dan henti jantung selanjutnya terletak pada gejalanya. Pada tahap awal, gejala stroke dapat dideteksi melalui metode FAST, yaitu face drooping, arm weakness, speech difficulty, kemudian dilanjutkan dengan time to call ambulance jika menemukan gejala-gejala tersebut.

Berikut adalah penjelasan mengenai metode FAST selengkapnya.

Source: Freepik
  • F (face drooping): Salah satu sisi wajah atau mulut terlihat tidak simetris/turun sebelah.
  • A (arm weakness): Salah satu lengan melemah atau mati rasa maupun ketika kedua tangan diangkat, salah satu tangan akan tampak lemas dan turun terlebih dahulu dibandingkan dengan lengan lainnya. Selain lengan, kaki juga dapat mengalami kelemahan.
  • S (speech difficulty): Kesulitan untuk berbicara, berbicara tidak jelas, atau bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.
  • T (time to call ambulance): Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Sedangkan, serangan jantung dapat menimbulkan gejala berupa sensasi tidak nyaman, dada seperti tertekan benda berat, dan nyeri di bagian tengah atau kiri dada yang berlangsung selama beberapa menit. Sensasi tidak nyaman tersebut akan dirasakan semakin berat. Nyeri dada tersebut juga tidak menghilang meski dengan istirahat.

Selain itu, beberapa gejala lain serangan jantung adalah:

  • Sesak napas
  • Nyeri atau sensasi tidak nyaman menjalar dari dada ke salah satu atau kedua sisi lengan, punggung, leher, rahang, maupun perut
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Sakit kepala ringan

Sedangkan gejala utama henti jantung adalah pingsan secara tiba-tiba dan tidak merespons rangsangan tertentu, seperti sentuhan dari orang lain. Di samping itu, pada tahap awal, sebagian penderita kondisi ini mungkin dapat mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Pusing berputar
  • Lemas
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar

3 Penanganan

Stroke dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan tertentu serta tindakan operasi. Selain itu, guna mengoptimalkan proses pemulihan, penderita stroke juga disarankan untuk menjalani serangkaian terapi stroke, seperti terapi okupasi, fisioterapi, dan lain sebagainya.

Sementara itu, pertolongan pertama serangan jantung adalah dengan segera membawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan penunjang seperti EKG atau pemeriksaan lainnya penegakkan diagnosis.

Setelah itu, dokter akan melakukan penanganan sesuai dengan jenis serangan jantung yang terjadi. Beberapa penanganan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan obat-obatan untuk memulihkan aliran darah ke jantung.
  • Pemasangan ring jantung untuk melebarkan pembuluh darah arteri yang menyempit.
  • Operasi bypass jantung (CABG)
Source: Freepik

Sedangkan pada kasus henti jantung, penanganan utamanya adalah dengan melakukan RJP (resusitasi jantung paru) untuk mengembalikan kemampuan bernapas serta sirkulasi darah pasien. Segera panggil ambulans agar pasien dapat mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Di sisi lain, perawatan lanjutan untuk henti jantung juga akan menggunakan beberapa tindakan medis, di antaranya:

  • Penggunaan obat antiaritmia untuk menangani gangguan irama jantung.
  • Pemasangan implan alat kejut jantung.
  • Angioplasti untuk memperbaiki aliran darah menuju otot-otot jantung.
  • Ablasi jantung, untuk menangani sinyal listrik abnormal yang memicu aritmia.

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com

Download artikel tentang Ini Beda Stroke, Serangan Jantung, dan Henti Jantung, Jangan Salah!


[Marketing Communication LGI]

]]>
Sering Bangun Masih Lelah? Yuk Kenali Tidur Berkualitas https://www.lgi.co.id/sering-bangun-masih-lelah-yuk-kenali-tidur-berkualitas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sering-bangun-masih-lelah-yuk-kenali-tidur-berkualitas Tue, 05 May 2026 02:36:13 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25068

[Marketing Communication LGI]

]]>
Tips Diet untuk Menurunkan Berat Badan yang Aman & Sehat https://www.lgi.co.id/tips-diet-untuk-menurunkan-berat-badan-yang-aman-sehat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tips-diet-untuk-menurunkan-berat-badan-yang-aman-sehat Tue, 14 Apr 2026 09:42:17 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25002

Berat badan berlebih dapat membuat penampilan menjadi kurang menarik, begitu pula dengan dampaknya yang negatif terhadap kesehatan. Maka dari itu, diet penting dilakukan. Diet adalah aktivitas untuk menurunkan berat badan yang banyak jenisnya, mulai dari diet vegan hingga diet karbohidrat.

Namun perlu diperhatikan bahwa kebutuhan tubuh setiap individu berbeda dengan individu lainnya. Oleh karena itu, tidak semua metode diet sehat cocok untuk semua orang. Dengan kata lain, diet yang aman harus tetap memperhatikan kondisi tubuh individu itu sendiri. Lantas, apa saja tips diet menurunkan berat badan yang aman untuk dilakukan? Simak beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mendapatkan berat badan ideal.

Tips Diet untuk Menurunkan Berat Badan

Memiliki berat badan berlebih tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga dapat berujung pada kondisi obesitas.

Banyak cara menurunkan berat badan yang sehat, seperti mengonsumsi serat, hingga menghindari stress.

Berikut beberapa tips menurunkan berat badan yang bisa dilakukan secara sehat dan aman:

1.   Mengukur Body Mass Index (BMI)

Langkah awal dalam program diet sehat untuk menurunkan berat badan adalah mengukur body mass index atau indeks massa tubuh. Tahapan ini dapat menunjukkan informasi tentang berat badan serta status nutrisi seseorang, apakah sudah ideal, kurang, atau lebih.

Jika perhitungan BMI menunjukkan bahwa seseorang memiliki berat badan berlebih, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan program diet yang disesuaikan. Sebagai contoh, orang yang mengalami kelebihan berat badan (overweight) perlu menurunkan 5 hingga 10 persen dari berat pada awal pengukuran.

Indeks massa tubuh (BMI) menjadi acuan untuk rencana pola makan diet yang cocok untuk mendapatkan berat badan ideal. Dengan memahami indeks massa tubuh, seseorang dapat merencanakan rencana diet yang tepat guna mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Source: Freepik

2.   Mengukur Body Mass Index (BMI)

Salah satu tips diet untuk menurunkan berat badan yang mudah dilakukan adalah makan secukupnya. Tidak ada salahnya untuk makan sebanyak 3 atau 5 kali sehari, namun penting membuat metabolisme tubuh tetap seimbang dengan mengatur porsi makan yang tidak berlebihan sesuai dengan jumlah kalori harian yang direkomendasikan dan jumlah kegiatan yang dilakukan agar energi dalam tubuh tetap stabil.

Source: Freepik

3.   Jangan Lewatkan Sarapan

Diet yang aman diawali dengan sarapan pagi. Agar dapat menjalani aktivitas tanpa hambatan, pastikan untuk sarapan dengan makanan sehat bergizi seimbang. Menu yang kaya dengan protein dan karbohidrat kompleks seperti roti gandum, telur, dan nasi merah dapat menjadi pilihan.

Sarapan pagi bisa membantu mengontrol nafsu makan di siang hari karena asupan karbohidrat yang didapat di pagi hari dapat mengisi perut, sehingga seseorang tidak merasa lapar berlebihan di siang hari dan dapat mengambil porsi makan siang secukupnya. Adapun porsi sarapan yang ideal yaitu 1/4 porsi untuk karbohidrat, 1/4 porsi untuk lauk, dan 1/2 porsi untuk buah dan sayuran.

4.   Biasakan Minum Air Putih Secara Rutin

Cara menurunkan berat badan yang sehat selanjutnya adalah dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih kurang lebih 2 liter per hari. Perlu diketahui, sebanyak 60% dari tubuh manusia terdiri dari air. Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga hidrasi tubuh agar fungsi tubuh dapat bekerja dengan baik.

Selain manfaat menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, kecukupan asupan air juga berdampak positif pada proses pembakaran lemak. Dengan tubuh yang terhidrasi dengan baik, proses pembakaran lemak dapat berjalan optimal, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada penurunan berat badan secara bertahap.

Source: Freepik

5.   Perbanyak Konsumsi Serat

Diet untuk menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan memperbanyak konsumsi serat. Makanan berserat tinggi dapat membantu menyerap gizi lebih baik dan memperlambat proses pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.

Berikut beberapa sumber makanan yang bisa menurunkan berat badan:

  • Buah-buahan.
  • Sayuran.
  • Sereal dari bahan gandum.
  • Biji dan kacang-kacangan.
Source: Freepik

6.   Seimbangkan dengan Buah dan Sayur

Mengingat kandungan seratnya yang tinggi, buah-buahan dan sayuran menjadi menu penting dalam diet untuk menurunkan berat badan. Konsumsi buah dan sayur pun dapat menjadi penyeimbang dalam diet. Hal ini dikarenakan konsumsi buah dan sayuran cenderung lebih mengenyangkan dan tidak memiliki jumlah kalori yang tinggi jika dibandingkan dengan nasi, tepung, dan daging.

7.   Buat Catatan Diet

Hal penting yang tidak boleh dilewatkan dalam aktivitas diet untuk menurunkan berat badan adalah membuat catatan diet. Seperti buku harian, tulislah apa saja yang dikonsumsi setiap harinya untuk mengawasi progres penurunan berat badan.

  • Hindari Stress Eating

Tenangkan pikiran saat menjalani program diet untuk menurunkan berat badan. Kerap kali, individu yang menjalani diet merasa frustasi apabila hasil tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu, hindari kebiasan stress eating agar program diet dapat berjalan dengan sukses.

Pilih menu diet yang tidak membosankan dan sesuai selera Anda. Carilah makanan yang cocok dengan lidah Anda agar proses penurunan berat badan tidak menjadi suatu beban. Dengan begitu, perasaan frustasi atau stres di tengah program diet dapat dihindari

  • Dampingi dengan Olahraga

Mengatur pola makan saja tidak cukup untuk mencapai berat badan ideal. Dampingi diet sehat dengan olahraga rutin agar dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Dalam hal ini, aktivitas fisik berat tidak dianjurkan karena dapat membuat kadar gula tidak stabil. Seseorang yang tengah menjalani program diet lebih dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki selama 30 menit setiap hari secara rutin.

  • Atur Waktu Tidur yang Baik

Salah satu faktor yang dapat memicu kenaikan berat badan adalah tidak memperoleh waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Maka dari itu, saatnya mengubah kebiasaan buruk ini untuk mendukung keberhasilan diet. Kualitas tidur yang baik dapat mengatur nafsu makan seseorang.

Memiliki kualitas tidur yang baik akan membuat neurotransmitter (pembawa pesan otak) bernama ghrelin dan leptin lebih terkendali dalam memberikan sinyal asupan kalori dalam tubuh. Apabila seseorang memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, kadar kedua neurotransmitter ini pun akan seimbang sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan keinginan untuk makan di malam hari.

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com

Download artikel tentang “ Tips Diet untuk Menurunkan Berat Badan yang Aman & Sehat “


[Marketing Communication LGI]

]]>
Kenali Faktor Risiko Hipertensi Sejak Dini https://www.lgi.co.id/kenali-faktor-risiko-hipertensi-sejak-dini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenali-faktor-risiko-hipertensi-sejak-dini Wed, 08 Apr 2026 02:20:44 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24963

[Marketing Communication LGI]

]]>
Diabetes Mellitus Bisa Berakibat Fatal! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya https://www.lgi.co.id/diabetes-mellitus-bisa-berakibat-fatal-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diabetes-mellitus-bisa-berakibat-fatal-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya Wed, 11 Mar 2026 03:32:57 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24885

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin. Hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas berperan dalam mengatur kadar gula dalam darah. Ketika produksi atau fungsi insulin terganggu, gula darah akan meningkat dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

Jenis-Jenis Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Diabetes Mellitus Tipe 1

Diabetes mellitus tipe 1 terjadi akibat kerusakan pankreas yang menghambat produksi insulin. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak-anak dan remaja.

  • Diabetes Mellitus Tipe 2

Pada diabetes mellitus tipe 2, tubuh mengalami resistensi insulin, yang berarti insulin tidak digunakan secara efektif. Jenis ini umumnya terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun dan berkaitan erat dengan gaya hidup tidak sehat.

  • Diabetes Mellitus Gestasional

Diabetes gestasional terjadi pada ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Kondisi ini biasanya kembali normal setelah melahirkan, tetapi meningkatkan risiko diabetes mellitus tipe 2 di kemudian hari.

Faktor Risiko Diabetes Mellitus

Source: Vecteezy

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes mellitus, antara lain:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Obesitas atau berat badan berlebih.
  • Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg.
  • Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS).

Gejala Diabetes Mellitus

Gejala diabetes mellitus bisa berbeda-beda pada setiap individu, tetapi secara umum meliputi:

  • Sering merasa haus dan lapar.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Mudah lelah dan lemas.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan ereksi pada pria.

Diagnosa Diabetes Mellitus

Untuk memastikan diagnosis diabetes mellitus, dokter akan melakukan tes kadar gula darah dan pemeriksaan HbA1c. Berikut adalah kriteria diagnosis:

Komplikasi Diabetes Mellitus

Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes mellitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Penyakit jantung dan stroke.
  • Gagal ginjal.
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan.
  • Infeksi kaki yang bisa menyebabkan amputasi.
  • Gangguan saraf dan gangguan seksual.
   Source: Freepik

Cara Mengelola Diabetes Mellitus

Untuk mencegah komplikasi, penderita diabetes mellitus harus menerapkan pola hidup sehat dengan langkah-langkah berikut:

  • Menjaga Pola Makan

Pola makan sehat penting untuk mengontrol kadar gula darah. Prinsip yang harus diperhatikan adalah:

  • Jumlah : Makan dalam porsi cukup, tidak berlebihan.
  • Jenis : Hindari makanan tinggi gula, tinggi lemak, dan gorengan. Pilih makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah.
  • Jadwal : Konsumsi makanan secara teratur untuk menjaga kadar gula darah stabil.
  • Rutin Berolahraga

Olahraga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga berat badan ideal. Beberapa olahraga yang dianjurkan untuk penderita diabetes mellitus adalah jalan cepat, bersepeda, jogging, dan berenang.

Source : Freepik
  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Melakukan medical check-up secara berkala sangat penting untuk memantau kadar gula darah dan mendeteksi komplikasi sedini mungkin. Jika mengalami gejala diabetes mellitus, segera bertemu dengan tenaga medis di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penutup

Source : Vecteezy

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.

Jika mengalami gejala atau memiliki risiko diabetes mellitus, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat di Rumah Sakit.

Download artikel tentang “ Diabetes Mellitus Bisa Berakibat Fatal! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya “

Artikel ini bersumber dari dr. Cindy Rahardja, Sp.PD – Rumah Sakit Medistra


[Marketing Communication LGI]

]]>
Waspada Diabetes! Kenali 5P Sejak Dini https://www.lgi.co.id/waspada-diabetes-kenali-5p-sejak-dini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=waspada-diabetes-kenali-5p-sejak-dini Fri, 06 Mar 2026 08:23:48 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24872

[Marketing Communication LGI]

]]>
Makanan yang Berbahaya untuk Jantung, Catat dan Hindari! https://www.lgi.co.id/makanan-yang-berbahaya-untuk-jantung-catat-dan-hindari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=makanan-yang-berbahaya-untuk-jantung-catat-dan-hindari Tue, 10 Feb 2026 09:12:24 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24798

Bagi penderita penyakit jantung, memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari perlu menjadi prioritas. Pasalnya, tidak semua makanan baik untuk kesehatan jantung. Lantas, seperti apa makanan yang berbahaya untuk jantung? Mari kenali beberapa contohnya melalui pembahasan di bawah ini.

Jenis Makanan yang Berbahaya untuk Jantung

Berbeda dengan makanan sehat untuk jantung yang mengandung kalori rendah dan membantu menjaga berat badan, daftar makanan berikut ini justru dapat membahayakan kondisi jantung :

1 Makanan Asin

Konsumsi garam yang terlalu banyak dapat menyebabkan terjadinya retensi cairan (kondisi ketika tubuh menyimpan cairan berlebih sehingga dapat menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh). Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius penderita gagal jantung. Kadar natrium yang berlebihan dalam tubuh juga dapat memperburuk (hipertensi), di mana hipertensi tak terkontrol dapat memperparah kondisi gagal jantung yang sudah dialami.

Natrium terdapat di hampir semua makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kadar natrium yang paling tinggi biasanya ditemukan pada makanan olahan (ultra-processed food), makanan kaleng, dan makanan siap saji (junk food). Oleh karena itu, penderita penyakit jantung perlu lebih berhati-hati dan mencoba membatasi konsumsi natrium dengan beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti:

  • Tidak menambahkan garam dapur secara berlebihan ke dalam makanan.
  • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi garam seperti sarden, ikan asin, makanan kalengan, makanan siap saji, telur asin, sosis, keju, kornet, ebi, udang kering, dan lain-lain.
  • Membumbui makanan dengan rempah-rempah alami, seperti bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, dan lain-lain, untuk menambah cita rasa tanpa menggunakan garam secara berlebihan.
  • Menghindari penggunaan bumbu-bumbu masakan yang mengandung garam dapur secara berlebihan seperti kecap, terasi, saus tomat, dan tauco.
  • Menambahkan garam saat makanan sudah disajikan di meja, alih-alih saat sedang dimasak atau direbus untuk mencegah penggunaan garam secara berlebihan.

Rekomendasi Kementerian Kesehatan Indonesia untuk kebutuhan natrium harian orang dewasa sehat adalah 2000 mg atau setara dengan satu sendok teh garam per orang per hari. Sementara itu, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2019, angka kecukupan natrium pada orang dewasa sehat antara 1000–1500 mg per orang per hari atau setara dengan setengah sampai tiga per empat sendok teh garam.

Source: Freepik

Tentunya, rekomendasi jumlah natrium yang dapat dikonsumsi pada masing-masing orang bisa berbeda-beda dan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.

2 Mentega

Jenis makanan yang berbahaya untuk penderita penyakit jantung, salah satunya adalah yang mengandung tinggi lemak jenuh. Salah satu jenis produk makanan yang tinggi lemak jenuh adalah mentega. Mentega dengan lemak jenuh yang tinggi ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penderita penyakit jantung dapat menggunakan minyak zaitun atau jenis minyak nabati lainnya karena mereka mengandung lemak tak jenuh sehingga lebih menyehatkan.

Source: Freepik

3 Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Source: Freepik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebagai catatan, lemak trans merupakan jenis lemak yang berubah menjadi lemak padat selama makanan diproses.

Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Selain mentega, berikut adalah beberapa jenis makanan lainnya yang mengandung lemak jenuh:

  • Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit
  • Gorengan
  • Makanan cepat saji
  • Daging tinggi lemak, seperti daging sapi, babi, dan kambing/domba
  • Es krim
  • Coklat
  • Keju
  • Kue
  • Biskuit

4 Ultra Processed Food
Ultra-processed food adalah makanan yang telah diubah secara signifikan dari keadaan aslinya dan sering kali mengandung banyak zat aditif,
seperti bahan pengawet, pemanis, pengemulsi, serta perasa dan pewarna buatan sehingga bisa disimpan dalam waktu lama. Makanan jenis ini memiliki kandungan lemak jenuh, garam, dan gula yang tinggi. Berikut beberapa contohnya:

  • Keripik Kentang
    Selain tinggi lemak jenuh, keripik kentang juga mengandung tinggi garam. Kedua kandungan ini dapat mendorong kenaikan berat badan dan berpotensi menyebabkan obesitas yang menjadi faktor risiko penyakit jantung. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung, sebaiknya konsumsi camilan yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat.
  • Es Krim
    Es krim merupakan jenis camilan lain yang berbahaya untuk penderita penyakit jantung. Ultra-processed food ini mengandung gula, kalori, dan lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
    Menurut studi pada jurnal Nutrition Research and Practice (2023), konsumsi es krim yang merupakan produk dairy (olahan susu) dan tinggi akan lemak jenuh ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardio serebro vaskular pada orang paruh baya dan lanjut usia.
Source: Vecteezy
  • Sup Kaleng
    Meskipun mengandung sayuran, sup kaleng merupakan salah satu makanan yang berbahaya untuk jantung. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kandungan natrium yang terdapat dalam sup kaleng. Konsumsi sup kaleng terlalu sering dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Agar aman, direkomendasikan untuk mengonsumsi sup yang dimasak sendiri dengan bahan-bahan rendah natrium.

Selain beberapa ultra-processed food tersebut, beberapa contoh produk olahan lain yang juga perlu diwaspadai adalah:

  • Yoghurt yang dimaniskan dan diberi perasa
  • Sereal dan protein bar
  • Minuman cola, minuman berenergi, atau minuman berkarbonasi
  • Kue dan, biscuit
  • Pizza
  • Pasta
  • Sosis
  • Nugget, dan lain-lain
Source: Freepik

5 Daging Merah

Source: Freepik

Mengonsumsi daging merah secara berlebihan sering kali diasosiasikan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Daging sapi, domba, dan babi diketahui mengandung lemak jenuh yang tinggi dan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Menurut riset pada jurnal European Heart Journal (2023), konsumsi daging merah dan daging merah yang sudah diproses berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung, seperti peningkatan profil lipid, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

6 Daging Olahan

Seperti makanan yang diproses lainnya, daging olahan adalah jenis makanan yang berbahaya untuk jantung. Daging olahan, seperti hot dog dan sosis, mengandung garam atau natrium yang tinggi. Sebagian besar daging olahan juga tinggi lemak jenuh yang diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

7 Makanan Tinggi Gula

Menurut studi dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology (2020), konsumsi makanan yang tinggi gula berdampak signifikan pada peningkatan kadar trigliserida, body mass index (BMI), lingkar pinggang, dan kadar glukosa puasa. Kemudian, makanan tinggi gula juga berdampak pada penurunan kadar kolesterol baik (HDL). Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

8 Makanan Cepat Saji

Konsumsi makanan cepat saji, seperti pizza dan fried chicken, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kebanyakan makanan pizza dan fried chicken mengandung tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori. Kandungan dalam makanan cepat saji tersebut sering kali dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, yaitu obesitas dan tekanan darah tinggi.

Source: Vecteezy

Penelitian dalam jurnal Circulation: Heart Failure (2024) menemukan bahwa individu yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan dikelilingi oleh restoran makanan cepat saji memiliki risiko 10% hingga 16% lebih tinggi terkena gagal jantung daripada mereka yang tinggal di luar area tersebut.

Peningkatan risiko gagal jantung juga cenderung terlihat pada individu yang tinggal di area perkotaan tanpa fasilitas atau ruang terbuka untuk mendukung kegiatan berolahraga atau aktivitas fisik dalam radius 1 km dari alamat tempat tinggal.

Download artikel tentang “ Makanan yang Berbahaya untuk Jantung, Catat dan Hindari! “

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com


[Marketing Communication LGI]

]]>
Tips Mengelola Kolesterol Secara Sehat https://www.lgi.co.id/managing-your-cholesterol-the-healthy-way/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=managing-your-cholesterol-the-healthy-way Fri, 06 Feb 2026 07:43:58 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24787

[Marketing Communication LGI]

]]>
Kenali Informasi Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya https://www.lgi.co.id/kenali-informasi-kanker-payudara-gejala-penyebab-dan-penanganannya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenali-informasi-kanker-payudara-gejala-penyebab-dan-penanganannya Fri, 09 Jan 2026 10:54:45 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24656

Kanker payudara memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan perempuan di seluruh dunia. Penelitian dan data terkini dari Cleveland Clinic menegaskan bahwa kanker ini merupakan salah satu penyebab kematian paling dominan, terutama pada wanita berusia 50 tahun ke atas. Penyakit ini berkembang ketika sel-sel abnormal di jaringan payudara tumbuh tidak terkendali dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan kanker payudara sangat diperlukan agar setiap perempuan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini.

Apa Itu Kanker Payudara?

Kanker payudara adalah kondisi di mana sel-sel abnormal tumbuh tidak terkendali di jaringan payudara. Secara medis, kanker payudara paling sering bermula dari kelenjar air (duktal) dan kemudian menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Menurut data WHO, kanker payudara adalah penyebab kematian akibat kanker nomor satu pada wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker payudara mencapai 68 ribu kasus pada tahun 2020, berdasarkan data Globocan.

Gejala Kanker Payudara

Gejala dapat bervariasi antar individu dan umumnya muncul secara perlahan.

  • Benjolan atau Massa pada Payudara

Salah satu gejala paling umum adalah munculnya benjolan atau massa pada payudara. Benjolan ini seringkali tidak menimbulkan rasa nyeri pada tahap awal, sehingga banyak wanita yang mengabaikannya.

  • Perubahan Bentuk dan Kulit Payudara

Berubahnya bentuk atau ukuran payudara, serta perubahan pada kulit seperti kulit yang tampak keriput menyerupai kulit jeruk, juga patut diwaspadai sebagai salah satu gejala dari kanker ini.

Source : Freepik
  • Kelainan pada Puting

Gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi retraksi puting, dimpling, atau adanya ulkus yang tidak sembuh-sembuh. Gejala seperti kemerahan dan bengkak pada payudara, serta keluarnya cairan abnormal dari puting juga dapat terjadi pada beberapa kasus.

Penyebab dan Faktor Risiko

Kanker payudara terjadi karena beberapa faktor di bawah ini.

  • Jenis kelamin dan usia: Perempuan, terutama yang berusia di atas 50 tahun, memiliki risiko yang lebih tinggi.
Source : Freepik
  • Riwayat keluarga dan genetik: Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini dapat meningkatkan risiko yang serupa.
  • Faktor reproduksi: Menarche dini, menopause yang terlambat, serta tidak pernah hamil atau tidak menyusui meningkatkan paparan estrogen dan risiko kanker payudara.
  • Penggunaan kontrasepsi hormonal: Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama (≥5 tahun) dapat meningkatkan risiko kanker.
  • Gaya hidup: Obesitas, konsumsi alkohol, dan kurangnya aktivitas fisik menambah risiko kanker payudara.
  • Paparan radiasi dan faktor lingkungan: Riwayat paparan radiasi terutama di area dada, serta faktor lingkungan yang mengandung zat berbahaya juga dapat memengaruhi.

Deteksi Dini Kanker

Pemeriksaan rutin sangat dianjurkan, terutama bagi perempuan yang berusia di atas 40 tahun. Selain itu, individu dengan riwayat keluarga kanker payudara juga harus melakukan deteksi dini karena memiliki faktor risiko yang besar.

Source : Freepik

Terdapat beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan. Pemeriksaan mandiri berupa SADARI dapat dilakukan secara mandiri. Berikut adalah langkahnya:

  • Berdiri di depan cermin. Amati bentuk dan ukuran payudara di cermin.
  • Raba payudara menggunakan tiga jari yaitu jari telunjuk, tengah, dan manis.
  • Lakukan gerakan melingkar pada payudara, dari area ketiak hingga puting.
  • Tekan area payudara dengan kekuatan ringan, sedang, hingga kuat. Cek apabila terdapat benjolan.
  • Cubit pelan area puting, periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting.
  • Ulangi langkah serupa pada payudara bagian lain.

Deteksi menggunakan Mammografi, bermanfaat untuk mendeteksi benjolan atau kelainan yang tidak teraba secara fisik dan memungkinkan diagnosis kanker pada tahap awal. Selain mammografi, pemeriksaan seperti Ultrasonografi (USG) payudara dan biopsi juga bisa dilakukan.

Pengobatan Kanker Payudara

Tim medis yang menangani penyakit ini adalah ahli onkologi medik, ahli bedah onkologi, dan onkologi radiasi yang bertugas untuk menentukan strategi pengobatan yang optimal. Pilihan terapi disesuaikan dengan stadium dan tipe kanker yang dialami pasien.

Salah satu modalitas terapi adalah terapi sistemik (kemoterapi, terapi hormonal, erapi target, dan immunoterapi) yaitu pemberian obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Terapi hormon diberikan untuk menghambat pertumbuhan kanker yang dipicu oleh hormon estrogen.

Radioterapi juga menjadi bagian penting dalam pengobatan, di mana sinar radiasi digunakan untuk membunuh sel kanker dan mencegah penyebarannya. Pengobatan radioterapi bersifat lokal regional, pembedahan diperlukan untuk mengangkat jaringan kanker, baik melalui mastektomi (pengangkatan seluruh jaringan payudara) maupun lumpektomi (pengangkatan sebagian jaringan yang terkena kanker) untuk kepentingan diagnostik dan terapi.

Penutup

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian dan pendekatan multidisiplin. Pentingnya deteksi dini dan kesadaran akan faktor risiko menjadi pencegahan penyakit pada stadium awal dalam menurunkan angka kejadian dan kasus kematian akibat kanker payudara. Mari tingkatkan kepedulian dan aktivitas pemeriksaan rutin untuk cegah kanker ini.

Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis onkologi apabila Anda memiliki timbul gejala yang telah disebutkan. Beberapa Rumah Sakit juga menyediakan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara untuk melakukan tindakan preventif terhadap penyakit ini.

Artikel ini bersumber dari dr. Ardhi Rahman Ahani, Sp.PD, K-HOM – Rumah Sakit Medistra

Download artikel tentang “Kenali Informasi Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya“


[Marketing Communication LGI]

]]>
Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan & Cara Mengatasinya https://www.lgi.co.id/penyebab-sakit-pinggang-sebelah-kanan-cara-mengatasinya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penyebab-sakit-pinggang-sebelah-kanan-cara-mengatasinya Fri, 12 Dec 2025 08:59:34 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24554

Sakit pinggang sebelah kanan perlu diperhatikan dan dicari tahu penyebabnya. Selain dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu seperti gangguan otot.

Gangguan otot pada pinggang bagian kanan biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti cedera saat olahraga atau terlalu sering mengangkat beban berat. Di mana masalah otot ini memerlukan penanganan lebih lanjut agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Inilah mengapa Anda tidak boleh mengabaikan rasa sakit pada pinggang sebelah kanan. Untuk meningkatkan kewaspadaan, mari kenali berbagai penyebab sakit pinggang sebelah kanan dan cara mengatasinya berikut ini.

Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan

Apa penyebab sakit pinggang sebelah kanan? Sebenarnya terdapat sejumlah penyebab sakit pinggang sebelah kanan yang perlu Anda waspadai, mulai dari cedera otot, gangguan ginjal, hingga endometriosis. Berikut penjelasan lengkapnya.

1.    Masalah pada Ginjal

Ginjal pada sisi kanan yang mengalami gangguan, seperti infeksi ginjal dan batu ginjal, dapat menyebabkan pinggang di bagian tersebut terasa nyeri. Selain rasa nyeri, gangguan ginjal juga turut disertai oleh gejala lain seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), perubahan frekuensi dan warna urine, rasa nyeri saat buang air kecil, hingga pembengkakan pada tangan atau kaki.

Source: Freepik

2.   Gangguan Otot

Mengangkat beban berat secara berlebihan dapat meningkatkan risiko cedera dan bisa menyebabkan pinggang sebelah kanan terasa sakit apabila otot-otot di bagian kanan kaku dan menegang. Sakit pinggang karena hal ini biasanya terjadi secara mendadak dan disertai oleh kram serta kedutan pada otot. Selain itu, cedera otot pada bagian pinggang juga dapat membuat penderitanya kesulitan untuk membungkuk atau berdiri.

3.   Gangguan Empedu

Kantong empedu terletak pada bagian perut sebelah kanan, tepatnya di bawah organ hati. Jika kantong empedu mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan perut sebelah kanan terasa nyeri hingga menjalar ke pinggang.

Source: Freepik

Salah satu jenis gangguan empedu yang menyebabkan sakit pinggang sebelah kanan adalah batu empedu.

Selain rasa sakit pada pinggang sebelah kanan, batu empedu juga dapat disertai oleh gejala lain seperti:

  • Nyeri perut bagian kanan atas.
  • Mual dan muntah.
  • Demam tinggi, terutama jika batu empedu berkembang menjadi infeksi.
  • Penyakit kuning.

4.   Penyempitan Tulang Belakang

Penyempitan tulang belakang atau spinal stenosis adalah kondisi yang umumnya disebabkan oleh radang sendi atau arthritis. Penyempitan tulang belakang ini berisiko menyebabkan gangguan bantalan saraf pada tulang belakang atau bahkan saraf terjepit sehingga membuat pinggang sebelah kanan maupun kiri terasa nyeri.

Nyeri pada pinggang akan semakin terasa ketika penderita berjalan atau berdiri dalam kurun waktu lama.

5.   Endometriosis

Penyakit endometriosis merupakan salah satu penyebab sakit pinggang sebelah kanan pada wanita yang terjadi karena tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim. Endometriosis tidak hanya menimbulkan sakit pinggang saja, namun juga dapat menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah dan punggung.

Source: Freepik

6.    Ankylosing Spondylitis

Penyebab sakit pada pinggang sebelah kanan berikutnya adalah ankylosing spondylitis. Ankylosing spondylitis merupakan peradangan kronis yang membuat celah antara ruas tulang belakang menutup.

Gejala awal dari ankylosing spondylitis adalah munculnya rasa nyeri pada leher, pinggang, punggung bagian bawah, dan panggul. Bila tidak ditangani sesegera mungkin, ankylosing spondylitis bisa memengaruhi postur penderitanya menjadi membungkuk.

Cara Mengatasi Sakit Pinggang Sebelah Kanan

Mengatasi sakit pinggang sebelah kanan pada dasarnya perlu dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Namun, ada cara sederhana yang dapat Anda lakukan dengan mudah untuk mengatasi sakit pada pinggang sebelah kanan, di antaranya:

  • Olahraga yoga secara rutin untuk menjaga kelenturan serta memperkuat otot-otot pinggang.
  • Hindari membawa beban yang terlalu berat.
  • Menjaga berat badan ideal. Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan berlebih pada pinggang hingga menimbulkan rasa nyeri.
  • Menghindari duduk terlalu lama. Jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan duduk dalam kurun waktu lama, setidaknya lakukan peregangan atau ubah posisi duduk setiap 30 menit sekali agar otot pinggang tidak kaku dan menegang.
  • Memijat area pinggang yang sakit secara perlahan. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan bila sakit pinggang sebelah kanan disebabkan oleh gangguan kesehatan ringan, seperti otot pinggang menegang.

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com

Download artikel tentang “Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan & Cara Mengatasinya


[Marketing Communication LGI]

]]>