Health Corner – LGI https://www.lgi.co.id a company of Hanwha Wed, 15 Jul 2026 09:19:42 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.14 https://www.lgi.co.id/uploads/2020/07/loogo512x512-150x150.jpg Health Corner – LGI https://www.lgi.co.id 32 32 Jangan Anggap Sepele Sakit Gigi! https://www.lgi.co.id/jangan-anggap-sepele-sakit-gigi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jangan-anggap-sepele-sakit-gigi Wed, 15 Jul 2026 09:19:42 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25233

[Marketing Communication LGI]

]]>
Penyebab Tangan Sering Kesemutan yang Wajib Diwaspadai https://www.lgi.co.id/penyebab-tangan-sering-kesemutan-yang-wajib-diwaspadai/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=penyebab-tangan-sering-kesemutan-yang-wajib-diwaspadai Tue, 14 Jul 2026 08:35:24 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25217

Kesemutan atau paresthesia adalah kondisi dimana seseorang mengalami sensasi seperti tertusuk jarum dan mati rasa pada tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh, salah satunya adalah tangan. Lantas, apa penyebab tangan sering kesemutan?

Meski cenderung ringan, kesemutan pada tangan perlu diwaspadai karena bisa menjadi gejala dari suatu penyakit. Salah satu penyakit yang kerap menimbulkan gejala kesemutan pada tangan adalah diabetes. Mari kenali penyebab dan cara mengobati tangan sering kesemutan dalam artikel berikut ini.

Penyebab Tangan Sering Kesemutan

Terdapat sejumlah gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan tangan sering kesemutan dan penting untuk diwaspadai, seperti neuropati perifer, neuropati diabetik, gangguan tiroid, hingga stroke. Berikut penjelasan dari penyebab tangan kesemutan.

1.   Neuropati Perifer

Kesemutan pada tangan bisa menjadi gejala dari penyakit neuropati perifer. Neuropati perifer adalah kerusakan yang terjadi pada saraf tepi atau dikenal dengan saraf perifer. Dimana, saraf perifer ini memiliki fungsi dalam mengirimkan sensasi fisik dari organ tubuh ke otak dan sebaliknya. Neuropati perifer dapat dipicu oleh beberapa faktor seperti cedera saraf, efek samping obat-obatan, hingga penyakit autoimun.

2.   Neuropati Diabetik

Salah satu alasan kenapa tangan sering kesemutan yang patut Anda waspadai adalah neuropati diabetik. Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang perlu diwaspadai. Kondisi ini terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah sehingga memicu kerusakan saraf di dalam tubuh yang menimbulkan sensasi kesemutan dan mati rasa.

3.   Peredaran Darah Tidak Lancar

Peredaran darah tidak lancar merupakan penyebab tangan sering kesemutan yang paling umum terjadi. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan peredaran darah tidak lancar, seperti:

  • Posisi tidur yang kurang baik.
  • Duduk terlalu lama.
  • Melakukan gerakan berulang, seperti mengetik, menulis, dan memotong.
  • Kebiasaan merokok.
  • Sedentary lifestyle.
  • Berat badan berlebih (obesitas).

4.   Rheumatoid Arthritis

Penyakit yang menyebabkan tangan sering kesemutan berikutnya adalah Rheumatoid arthritis.

Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang menimbulkan peradangan pada sendi. Bila terjadi pada siku, dapat menimbulkan sensasi nyeri dan kesemutan di tangan.

Source: Freepik

5.   Carpal Tunnel Syndrome

Carpal tunnel syndrome merupakan kondisi medis yang disebabkan tekanan dan iritasi pada saraf di pergelangan tangan. Penderita carpal tunnel syndrome seringkali mengeluhkan gangguan pada tangannya, seperti tidak mampu menggenggam benda tertentu serta kesemutan dan mati rasa di bagian telapak atau pergelangan tangan.

Carpal tunnel syndrome berisiko dialami oleh seseorang dengan rutinitas yang melibatkan gerakan jari dan tangan secara berulang, seperti:

  • Atlet olahraga yang menggunakan tangan, seperti atlet bulu tangkis, tenis, dan voli.
  • Pekerja kantoran yang bekerja dengan mengetik dalam kurun waktu lama.

6.   Hipotiroidisme

Hipotiroidisme merupakan gangguan kesehatan yang terjadi ketika kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid dalam jumlah sedikit. Bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hipotiroidisme berisiko merusak saraf pada tangan sehingga dapat menimbulkan sensasi kesemutan, lemah, hingga mati rasa.

7.   Stroke

Kesemutan pada tangan bisa menjadi salah satu gejala dari stroke ringan. Kondisi ini dipicu oleh tersumbatnya pembuluh darah pada otak sehingga merusak saraf-saraf tertentu, termasuk saraf yang mengirimkan sinyal pada tangan.

Sensasi kesemutan ini perlu diwaspadai apabila dibarengi dengan gejala stroke lainnya, seperti pusing mendadak, hilang keseimbangan, kesulitan berbicara, hingga gangguan penglihatan.

Source: Freepik

8.   Epikondilitis

Epikondilitis adalah peradangan pada tendon yang berada di area siku. Gejala umum dari epikondilitis yaitu munculnya sensasi nyeri, kesemutan pada tangan, serta pembengkakan di area siku.

9.   Vaskulitis

Kedua hal tersebut termasuk dalam Vaskulitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah, seperti penebalan, penyempitan, penipisan, hingga penyumbatan. Hal inilah yang dapat mengganggu aliran darah sehingga memicu terjadinya gangguan kesehatan tertentu, salah satunya yaitu kebas dan kesemutan pada tangan.

Cara Mengobati Tangan Sering Kesemutan

Cara mengobati tangan sering kesemutan tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Namun, terdapat beberapa cara umum yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi tangan sering kesemutan, di antaranya:

  • Mengobati penyakit dasar yang menyebabkan tangan sering kesemutan.
  • Bagi penderita carpal tunnel syndrome, disarankan untuk menggunakan wrist support atau penyangga pergelangan tangan guna meminimalisasi sensasi kesemutan dan mati rasa.
  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, terutama yang mengandung vitamin B12 untuk memperbaiki fungsi saraf.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk melancarkan peredaran darah.
  • Berhenti merokok.

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com

Download artikel tentang “Penyebab Tangan Sering Kesemutan yang Wajib Diwaspadai“


[Marketing Communication LGI]

]]>
Langkah Sederhana Mengatasi Stress dan Burnout https://www.lgi.co.id/langkah-sederhana-mengatasi-stress-dan-burnout/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=langkah-sederhana-mengatasi-stress-dan-burnout Fri, 05 Jun 2026 03:06:17 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25144

[Marketing Communication LGI]

]]>
Ini Beda Stroke, Serangan Jantung, dan Henti Jantung, Jangan Salah! https://www.lgi.co.id/ini-beda-stroke-serangan-jantung-dan-henti-jantung-jangan-salah/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=ini-beda-stroke-serangan-jantung-dan-henti-jantung-jangan-salah Tue, 12 May 2026 02:27:39 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25096

Stroke, serangan jantung, dan henti jantung adalah tiga kondisi medis yang kerap menimbulkan gejala serupa. Karena itu, sebagian individu mungkin kesulitan untuk membedakan stroke, serangan jantung, dan henti jantung. Pada dasarnya, beda stroke dan serangan jantung maupun henti jantung dapat dilihat melalui gejala-gejala yang lebih spesifik, seperti detak jantung serta kemampuan saraf tertentu, misalnya, saraf otot di area wajah.

Untuk memahami beda stroke serangan jantung, dan henti jantung selengkapnya, Anda dapat menyimak artikel berikut ini sampai tuntas.

Perbedaan Stroke, Serangan Jantung, dan Henti Jantung

Stroke, serangan jantung, dan henti jantung kerap membuat penderitanya mengalami penurunan kesadaran hingga pingsan. Meski begitu, perlu dipahami bahwa ketiga kondisi tersebut merupakan masalah kesehatan yang berbeda.

Pada dasarnya, stroke adalah kondisi ketika terdapat gangguan pada aliran darah di otak. Sementara itu, serangan jantung dan henti jantung secara garis besarnya merupakan kondisi yang dapat memengaruhi fungsi dan kerja jantung.

Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa perbedaan stroke, serangan jantung, dan henti jantung yang perlu dipahami:

1 Penyebab

Perbedaan stroke dan serangan jantung maupun henti jantung yang pertama dapat dilihat dari penyebabnya. Stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terhambat akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik).

Source: Freepik

Penyumbatan pada pembuluh darah di otak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya gangguan irama jantung seperti atrial fibrilasi atau karena adanya penyempitan pembuluh darah akibat plak (aterosklerosis). Sedangkan stroke hemoragik bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti tekanan darah tinggi, aneurisma otak (penggelembungan pembuluh darah otak), trauma otak, atau efek samping dari obat pengencer darah.

Sementara itu, serangan jantung (acute coronary syndrome) adalah gangguan jantung yang disebabkan oleh adanya penyumbatan arteri koroner (pembuluh darah jantung), sehingga dapat menghalangi aliran darah untuk mencapai jantung. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh aterosklerosis (penumpukan plak lemak trans, lemak jenuh, kolesterol LDL, dan zat-zat lainnya pada lapisan pembuluh darah arteri koroner).

Di sisi lain, henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba akibat adanya gangguan sinyal listrik pada otot jantung. Kondisi ini kerap dipicu oleh aritmia (gangguan irama jantung). Adapun salah satu jenis aritmia yang terkait dengan henti jantung adalah fibrilasi ventrikel (gangguan sinyal listrik pada bilik atau ventrikel jantung).

Selain itu, henti jantung juga disebabkan oleh beberapa kondisi lainnya seperti penyakit jantung koroner, kardiomiopati, penyakit katup jantung, maupun penyebab selain masalah jantung seperti hipovolemia (kekurangan volume darah), hipoksia, asidosis, hipotermia, abnormalitas kadar elektrolit, trauma, dan lain-lain.

Source: Freepik

2 Gejala

Perbedaan antara stroke, serangan jantung, dan henti jantung selanjutnya terletak pada gejalanya. Pada tahap awal, gejala stroke dapat dideteksi melalui metode FAST, yaitu face drooping, arm weakness, speech difficulty, kemudian dilanjutkan dengan time to call ambulance jika menemukan gejala-gejala tersebut.

Berikut adalah penjelasan mengenai metode FAST selengkapnya.

Source: Freepik
  • F (face drooping): Salah satu sisi wajah atau mulut terlihat tidak simetris/turun sebelah.
  • A (arm weakness): Salah satu lengan melemah atau mati rasa maupun ketika kedua tangan diangkat, salah satu tangan akan tampak lemas dan turun terlebih dahulu dibandingkan dengan lengan lainnya. Selain lengan, kaki juga dapat mengalami kelemahan.
  • S (speech difficulty): Kesulitan untuk berbicara, berbicara tidak jelas, atau bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.
  • T (time to call ambulance): Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis untuk memperoleh penanganan yang tepat.

Sedangkan, serangan jantung dapat menimbulkan gejala berupa sensasi tidak nyaman, dada seperti tertekan benda berat, dan nyeri di bagian tengah atau kiri dada yang berlangsung selama beberapa menit. Sensasi tidak nyaman tersebut akan dirasakan semakin berat. Nyeri dada tersebut juga tidak menghilang meski dengan istirahat.

Selain itu, beberapa gejala lain serangan jantung adalah:

  • Sesak napas
  • Nyeri atau sensasi tidak nyaman menjalar dari dada ke salah satu atau kedua sisi lengan, punggung, leher, rahang, maupun perut
  • Keringat dingin
  • Mual
  • Sakit kepala ringan

Sedangkan gejala utama henti jantung adalah pingsan secara tiba-tiba dan tidak merespons rangsangan tertentu, seperti sentuhan dari orang lain. Di samping itu, pada tahap awal, sebagian penderita kondisi ini mungkin dapat mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Pusing berputar
  • Lemas
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar

3 Penanganan

Stroke dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan tertentu serta tindakan operasi. Selain itu, guna mengoptimalkan proses pemulihan, penderita stroke juga disarankan untuk menjalani serangkaian terapi stroke, seperti terapi okupasi, fisioterapi, dan lain sebagainya.

Sementara itu, pertolongan pertama serangan jantung adalah dengan segera membawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan penunjang seperti EKG atau pemeriksaan lainnya penegakkan diagnosis.

Setelah itu, dokter akan melakukan penanganan sesuai dengan jenis serangan jantung yang terjadi. Beberapa penanganan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan obat-obatan untuk memulihkan aliran darah ke jantung.
  • Pemasangan ring jantung untuk melebarkan pembuluh darah arteri yang menyempit.
  • Operasi bypass jantung (CABG)
Source: Freepik

Sedangkan pada kasus henti jantung, penanganan utamanya adalah dengan melakukan RJP (resusitasi jantung paru) untuk mengembalikan kemampuan bernapas serta sirkulasi darah pasien. Segera panggil ambulans agar pasien dapat mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Di sisi lain, perawatan lanjutan untuk henti jantung juga akan menggunakan beberapa tindakan medis, di antaranya:

  • Penggunaan obat antiaritmia untuk menangani gangguan irama jantung.
  • Pemasangan implan alat kejut jantung.
  • Angioplasti untuk memperbaiki aliran darah menuju otot-otot jantung.
  • Ablasi jantung, untuk menangani sinyal listrik abnormal yang memicu aritmia.

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com

Download artikel tentang Ini Beda Stroke, Serangan Jantung, dan Henti Jantung, Jangan Salah!


[Marketing Communication LGI]

]]>
Sering Bangun Masih Lelah? Yuk Kenali Tidur Berkualitas https://www.lgi.co.id/sering-bangun-masih-lelah-yuk-kenali-tidur-berkualitas/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=sering-bangun-masih-lelah-yuk-kenali-tidur-berkualitas Tue, 05 May 2026 02:36:13 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25068

[Marketing Communication LGI]

]]>
Tips Diet untuk Menurunkan Berat Badan yang Aman & Sehat https://www.lgi.co.id/tips-diet-untuk-menurunkan-berat-badan-yang-aman-sehat/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=tips-diet-untuk-menurunkan-berat-badan-yang-aman-sehat Tue, 14 Apr 2026 09:42:17 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25002

Berat badan berlebih dapat membuat penampilan menjadi kurang menarik, begitu pula dengan dampaknya yang negatif terhadap kesehatan. Maka dari itu, diet penting dilakukan. Diet adalah aktivitas untuk menurunkan berat badan yang banyak jenisnya, mulai dari diet vegan hingga diet karbohidrat.

Namun perlu diperhatikan bahwa kebutuhan tubuh setiap individu berbeda dengan individu lainnya. Oleh karena itu, tidak semua metode diet sehat cocok untuk semua orang. Dengan kata lain, diet yang aman harus tetap memperhatikan kondisi tubuh individu itu sendiri. Lantas, apa saja tips diet menurunkan berat badan yang aman untuk dilakukan? Simak beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mendapatkan berat badan ideal.

Tips Diet untuk Menurunkan Berat Badan

Memiliki berat badan berlebih tidak hanya mempengaruhi penampilan, tetapi juga dapat berujung pada kondisi obesitas.

Banyak cara menurunkan berat badan yang sehat, seperti mengonsumsi serat, hingga menghindari stress.

Berikut beberapa tips menurunkan berat badan yang bisa dilakukan secara sehat dan aman:

1.   Mengukur Body Mass Index (BMI)

Langkah awal dalam program diet sehat untuk menurunkan berat badan adalah mengukur body mass index atau indeks massa tubuh. Tahapan ini dapat menunjukkan informasi tentang berat badan serta status nutrisi seseorang, apakah sudah ideal, kurang, atau lebih.

Jika perhitungan BMI menunjukkan bahwa seseorang memiliki berat badan berlebih, langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan program diet yang disesuaikan. Sebagai contoh, orang yang mengalami kelebihan berat badan (overweight) perlu menurunkan 5 hingga 10 persen dari berat pada awal pengukuran.

Indeks massa tubuh (BMI) menjadi acuan untuk rencana pola makan diet yang cocok untuk mendapatkan berat badan ideal. Dengan memahami indeks massa tubuh, seseorang dapat merencanakan rencana diet yang tepat guna mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.

Source: Freepik

2.   Mengukur Body Mass Index (BMI)

Salah satu tips diet untuk menurunkan berat badan yang mudah dilakukan adalah makan secukupnya. Tidak ada salahnya untuk makan sebanyak 3 atau 5 kali sehari, namun penting membuat metabolisme tubuh tetap seimbang dengan mengatur porsi makan yang tidak berlebihan sesuai dengan jumlah kalori harian yang direkomendasikan dan jumlah kegiatan yang dilakukan agar energi dalam tubuh tetap stabil.

Source: Freepik

3.   Jangan Lewatkan Sarapan

Diet yang aman diawali dengan sarapan pagi. Agar dapat menjalani aktivitas tanpa hambatan, pastikan untuk sarapan dengan makanan sehat bergizi seimbang. Menu yang kaya dengan protein dan karbohidrat kompleks seperti roti gandum, telur, dan nasi merah dapat menjadi pilihan.

Sarapan pagi bisa membantu mengontrol nafsu makan di siang hari karena asupan karbohidrat yang didapat di pagi hari dapat mengisi perut, sehingga seseorang tidak merasa lapar berlebihan di siang hari dan dapat mengambil porsi makan siang secukupnya. Adapun porsi sarapan yang ideal yaitu 1/4 porsi untuk karbohidrat, 1/4 porsi untuk lauk, dan 1/2 porsi untuk buah dan sayuran.

4.   Biasakan Minum Air Putih Secara Rutin

Cara menurunkan berat badan yang sehat selanjutnya adalah dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih kurang lebih 2 liter per hari. Perlu diketahui, sebanyak 60% dari tubuh manusia terdiri dari air. Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga hidrasi tubuh agar fungsi tubuh dapat bekerja dengan baik.

Selain manfaat menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, kecukupan asupan air juga berdampak positif pada proses pembakaran lemak. Dengan tubuh yang terhidrasi dengan baik, proses pembakaran lemak dapat berjalan optimal, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada penurunan berat badan secara bertahap.

Source: Freepik

5.   Perbanyak Konsumsi Serat

Diet untuk menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan memperbanyak konsumsi serat. Makanan berserat tinggi dapat membantu menyerap gizi lebih baik dan memperlambat proses pencernaan sehingga perut tidak cepat kosong.

Berikut beberapa sumber makanan yang bisa menurunkan berat badan:

  • Buah-buahan.
  • Sayuran.
  • Sereal dari bahan gandum.
  • Biji dan kacang-kacangan.
Source: Freepik

6.   Seimbangkan dengan Buah dan Sayur

Mengingat kandungan seratnya yang tinggi, buah-buahan dan sayuran menjadi menu penting dalam diet untuk menurunkan berat badan. Konsumsi buah dan sayur pun dapat menjadi penyeimbang dalam diet. Hal ini dikarenakan konsumsi buah dan sayuran cenderung lebih mengenyangkan dan tidak memiliki jumlah kalori yang tinggi jika dibandingkan dengan nasi, tepung, dan daging.

7.   Buat Catatan Diet

Hal penting yang tidak boleh dilewatkan dalam aktivitas diet untuk menurunkan berat badan adalah membuat catatan diet. Seperti buku harian, tulislah apa saja yang dikonsumsi setiap harinya untuk mengawasi progres penurunan berat badan.

  • Hindari Stress Eating

Tenangkan pikiran saat menjalani program diet untuk menurunkan berat badan. Kerap kali, individu yang menjalani diet merasa frustasi apabila hasil tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu, hindari kebiasan stress eating agar program diet dapat berjalan dengan sukses.

Pilih menu diet yang tidak membosankan dan sesuai selera Anda. Carilah makanan yang cocok dengan lidah Anda agar proses penurunan berat badan tidak menjadi suatu beban. Dengan begitu, perasaan frustasi atau stres di tengah program diet dapat dihindari

  • Dampingi dengan Olahraga

Mengatur pola makan saja tidak cukup untuk mencapai berat badan ideal. Dampingi diet sehat dengan olahraga rutin agar dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Dalam hal ini, aktivitas fisik berat tidak dianjurkan karena dapat membuat kadar gula tidak stabil. Seseorang yang tengah menjalani program diet lebih dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki selama 30 menit setiap hari secara rutin.

  • Atur Waktu Tidur yang Baik

Salah satu faktor yang dapat memicu kenaikan berat badan adalah tidak memperoleh waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Maka dari itu, saatnya mengubah kebiasaan buruk ini untuk mendukung keberhasilan diet. Kualitas tidur yang baik dapat mengatur nafsu makan seseorang.

Memiliki kualitas tidur yang baik akan membuat neurotransmitter (pembawa pesan otak) bernama ghrelin dan leptin lebih terkendali dalam memberikan sinyal asupan kalori dalam tubuh. Apabila seseorang memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, kadar kedua neurotransmitter ini pun akan seimbang sehingga dapat mengurangi bahkan menghilangkan keinginan untuk makan di malam hari.

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com

Download artikel tentang “ Tips Diet untuk Menurunkan Berat Badan yang Aman & Sehat “


[Marketing Communication LGI]

]]>
Kenali Faktor Risiko Hipertensi Sejak Dini https://www.lgi.co.id/kenali-faktor-risiko-hipertensi-sejak-dini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=kenali-faktor-risiko-hipertensi-sejak-dini Wed, 08 Apr 2026 02:20:44 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24963

[Marketing Communication LGI]

]]>
Diabetes Mellitus Bisa Berakibat Fatal! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya https://www.lgi.co.id/diabetes-mellitus-bisa-berakibat-fatal-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=diabetes-mellitus-bisa-berakibat-fatal-kenali-gejala-dan-cara-mencegahnya Wed, 11 Mar 2026 03:32:57 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24885

Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin. Hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas berperan dalam mengatur kadar gula dalam darah. Ketika produksi atau fungsi insulin terganggu, gula darah akan meningkat dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

Jenis-Jenis Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Diabetes Mellitus Tipe 1
    Diabetes mellitus tipe 1 terjadi akibat kerusakan pankreas yang menghambat produksi insulin. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak-anak dan remaja.
  • Diabetes Mellitus Tipe 2
    Pada diabetes mellitus tipe 2, tubuh mengalami resistensi insulin, yang berarti insulin tidak digunakan secara efektif. Jenis ini umumnya terjadi pada orang berusia di atas 40 tahun dan berkaitan erat dengan gaya hidup tidak sehat.
  • Diabetes Mellitus Gestasional
    Diabetes gestasional terjadi pada ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Kondisi ini biasanya kembali normal setelah melahirkan, tetapi meningkatkan risiko diabetes mellitus tipe 2 di kemudian hari.

Faktor Risiko Diabetes Mellitus

Source: Vecteezy

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes mellitus, antara lain:

  • Riwayat keluarga dengan diabetes.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Obesitas atau berat badan berlebih.
  • Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg.
  • Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS).

Gejala Diabetes Mellitus
Gejala diabetes mellitus bisa berbeda-beda pada setiap individu, tetapi secara umum meliputi:

  • Sering merasa haus dan lapar.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Mudah lelah dan lemas.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan ereksi pada pria.

Diagnosa Diabetes Mellitus
Untuk memastikan diagnosis diabetes mellitus, dokter akan melakukan tes kadar gula darah dan pemeriksaan HbA1c. Berikut adalah kriteria diagnosis:

Komplikasi Diabetes Mellitus
Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes mellitus dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Penyakit jantung dan stroke.
  • Gagal ginjal.
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan.
  • Infeksi kaki yang bisa menyebabkan amputasi.
  • Gangguan saraf dan gangguan seksual.
   Source: Freepik

Cara Mengelola Diabetes Mellitus
Untuk mencegah komplikasi, penderita diabetes mellitus harus menerapkan pola hidup sehat dengan langkah-langkah berikut:

  • Menjaga Pola Makan
    Pola makan sehat penting untuk mengontrol kadar gula darah. Prinsip yang harus diperhatikan adalah:Jumlah : Makan dalam porsi cukup, tidak berlebihan.
    • Jenis : Hindari makanan tinggi gula, tinggi lemak, dan gorengan. Pilih makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah.
    • Jadwal : Konsumsi makanan secara teratur untuk menjaga kadar gula darah stabil.
  • Rutin Berolahraga
    Olahraga membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga berat badan ideal. Beberapa olahraga yang dianjurkan untuk penderita diabetes mellitus adalah jalan cepat, bersepeda, jogging, dan berenang.
Source : Freepik
  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin
    Melakukan medical check-up secara berkala sangat penting untuk memantau kadar gula darah dan mendeteksi komplikasi sedini mungkin. Jika mengalami gejala diabetes mellitus, segera bertemu dengan tenaga medis di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penutup

Source : Vecteezy

Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup.

Jika mengalami gejala atau memiliki risiko diabetes mellitus, segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat di Rumah Sakit.

Download artikel tentang “ Diabetes Mellitus Bisa Berakibat Fatal! Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya “

Artikel ini bersumber dari dr. Cindy Rahardja, Sp.PD – Rumah Sakit Medistra


[Marketing Communication LGI]

]]>
Waspada Diabetes! Kenali 5P Sejak Dini https://www.lgi.co.id/waspada-diabetes-kenali-5p-sejak-dini/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=waspada-diabetes-kenali-5p-sejak-dini Fri, 06 Mar 2026 08:23:48 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24872

[Marketing Communication LGI]

]]>
Makanan yang Berbahaya untuk Jantung, Catat dan Hindari! https://www.lgi.co.id/makanan-yang-berbahaya-untuk-jantung-catat-dan-hindari/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=makanan-yang-berbahaya-untuk-jantung-catat-dan-hindari Tue, 10 Feb 2026 09:12:24 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=24798

Bagi penderita penyakit jantung, memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari perlu menjadi prioritas. Pasalnya, tidak semua makanan baik untuk kesehatan jantung. Lantas, seperti apa makanan yang berbahaya untuk jantung? Mari kenali beberapa contohnya melalui pembahasan di bawah ini.

Jenis Makanan yang Berbahaya untuk Jantung

Berbeda dengan makanan sehat untuk jantung yang mengandung kalori rendah dan membantu menjaga berat badan, daftar makanan berikut ini justru dapat membahayakan kondisi jantung :

1 Makanan Asin

Konsumsi garam yang terlalu banyak dapat menyebabkan terjadinya retensi cairan (kondisi ketika tubuh menyimpan cairan berlebih sehingga dapat menyebabkan pembengkakan di beberapa bagian tubuh). Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius penderita gagal jantung. Kadar natrium yang berlebihan dalam tubuh juga dapat memperburuk (hipertensi), di mana hipertensi tak terkontrol dapat memperparah kondisi gagal jantung yang sudah dialami.

Natrium terdapat di hampir semua makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kadar natrium yang paling tinggi biasanya ditemukan pada makanan olahan (ultra-processed food), makanan kaleng, dan makanan siap saji (junk food). Oleh karena itu, penderita penyakit jantung perlu lebih berhati-hati dan mencoba membatasi konsumsi natrium dengan beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti:

  • Tidak menambahkan garam dapur secara berlebihan ke dalam makanan.
  • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi garam seperti sarden, ikan asin, makanan kalengan, makanan siap saji, telur asin, sosis, keju, kornet, ebi, udang kering, dan lain-lain.
  • Membumbui makanan dengan rempah-rempah alami, seperti bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, dan lain-lain, untuk menambah cita rasa tanpa menggunakan garam secara berlebihan.
  • Menghindari penggunaan bumbu-bumbu masakan yang mengandung garam dapur secara berlebihan seperti kecap, terasi, saus tomat, dan tauco.
  • Menambahkan garam saat makanan sudah disajikan di meja, alih-alih saat sedang dimasak atau direbus untuk mencegah penggunaan garam secara berlebihan.

Rekomendasi Kementerian Kesehatan Indonesia untuk kebutuhan natrium harian orang dewasa sehat adalah 2000 mg atau setara dengan satu sendok teh garam per orang per hari. Sementara itu, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Indonesia tahun 2019, angka kecukupan natrium pada orang dewasa sehat antara 1000–1500 mg per orang per hari atau setara dengan setengah sampai tiga per empat sendok teh garam.

Source: Freepik

Tentunya, rekomendasi jumlah natrium yang dapat dikonsumsi pada masing-masing orang bisa berbeda-beda dan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.

2 Mentega

Jenis makanan yang berbahaya untuk penderita penyakit jantung, salah satunya adalah yang mengandung tinggi lemak jenuh. Salah satu jenis produk makanan yang tinggi lemak jenuh adalah mentega. Mentega dengan lemak jenuh yang tinggi ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penderita penyakit jantung dapat menggunakan minyak zaitun atau jenis minyak nabati lainnya karena mereka mengandung lemak tak jenuh sehingga lebih menyehatkan.

Source: Freepik

3 Makanan Tinggi Lemak Jenuh

Source: Freepik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebagai catatan, lemak trans merupakan jenis lemak yang berubah menjadi lemak padat selama makanan diproses.

Lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, serta menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). Selain mentega, berikut adalah beberapa jenis makanan lainnya yang mengandung lemak jenuh:

  • Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit
  • Gorengan
  • Makanan cepat saji
  • Daging tinggi lemak, seperti daging sapi, babi, dan kambing/domba
  • Es krim
  • Coklat
  • Keju
  • Kue
  • Biskuit

4 Ultra Processed Food
Ultra-processed food adalah makanan yang telah diubah secara signifikan dari keadaan aslinya dan sering kali mengandung banyak zat aditif,
seperti bahan pengawet, pemanis, pengemulsi, serta perasa dan pewarna buatan sehingga bisa disimpan dalam waktu lama. Makanan jenis ini memiliki kandungan lemak jenuh, garam, dan gula yang tinggi. Berikut beberapa contohnya:

  • Keripik Kentang
    Selain tinggi lemak jenuh, keripik kentang juga mengandung tinggi garam. Kedua kandungan ini dapat mendorong kenaikan berat badan dan berpotensi menyebabkan obesitas yang menjadi faktor risiko penyakit jantung. Untuk mengurangi risiko penyakit jantung, sebaiknya konsumsi camilan yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak sehat.
  • Es Krim
    Es krim merupakan jenis camilan lain yang berbahaya untuk penderita penyakit jantung. Ultra-processed food ini mengandung gula, kalori, dan lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
    Menurut studi pada jurnal Nutrition Research and Practice (2023), konsumsi es krim yang merupakan produk dairy (olahan susu) dan tinggi akan lemak jenuh ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardio serebro vaskular pada orang paruh baya dan lanjut usia.
Source: Vecteezy
  • Sup Kaleng
    Meskipun mengandung sayuran, sup kaleng merupakan salah satu makanan yang berbahaya untuk jantung. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kandungan natrium yang terdapat dalam sup kaleng. Konsumsi sup kaleng terlalu sering dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, gagal jantung, dan stroke. Agar aman, direkomendasikan untuk mengonsumsi sup yang dimasak sendiri dengan bahan-bahan rendah natrium.

Selain beberapa ultra-processed food tersebut, beberapa contoh produk olahan lain yang juga perlu diwaspadai adalah:

  • Yoghurt yang dimaniskan dan diberi perasa
  • Sereal dan protein bar
  • Minuman cola, minuman berenergi, atau minuman berkarbonasi
  • Kue dan, biscuit
  • Pizza
  • Pasta
  • Sosis
  • Nugget, dan lain-lain
Source: Freepik

5 Daging Merah

Source: Freepik

Mengonsumsi daging merah secara berlebihan sering kali diasosiasikan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Daging sapi, domba, dan babi diketahui mengandung lemak jenuh yang tinggi dan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Menurut riset pada jurnal European Heart Journal (2023), konsumsi daging merah dan daging merah yang sudah diproses berkaitan dengan faktor risiko penyakit jantung, seperti peningkatan profil lipid, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

6 Daging Olahan

Seperti makanan yang diproses lainnya, daging olahan adalah jenis makanan yang berbahaya untuk jantung. Daging olahan, seperti hot dog dan sosis, mengandung garam atau natrium yang tinggi. Sebagian besar daging olahan juga tinggi lemak jenuh yang diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

7 Makanan Tinggi Gula

Menurut studi dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology (2020), konsumsi makanan yang tinggi gula berdampak signifikan pada peningkatan kadar trigliserida, body mass index (BMI), lingkar pinggang, dan kadar glukosa puasa. Kemudian, makanan tinggi gula juga berdampak pada penurunan kadar kolesterol baik (HDL). Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

8 Makanan Cepat Saji

Konsumsi makanan cepat saji, seperti pizza dan fried chicken, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Kebanyakan makanan pizza dan fried chicken mengandung tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori. Kandungan dalam makanan cepat saji tersebut sering kali dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, yaitu obesitas dan tekanan darah tinggi.

Source: Vecteezy

Penelitian dalam jurnal Circulation: Heart Failure (2024) menemukan bahwa individu yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan dikelilingi oleh restoran makanan cepat saji memiliki risiko 10% hingga 16% lebih tinggi terkena gagal jantung daripada mereka yang tinggal di luar area tersebut.

Peningkatan risiko gagal jantung juga cenderung terlihat pada individu yang tinggal di area perkotaan tanpa fasilitas atau ruang terbuka untuk mendukung kegiatan berolahraga atau aktivitas fisik dalam radius 1 km dari alamat tempat tinggal.

Download artikel tentang “ Makanan yang Berbahaya untuk Jantung, Catat dan Hindari! “

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com


[Marketing Communication LGI]

]]>