LGI https://www.lgi.co.id a company of Hanwha Tue, 03 Nov 2026 02:07:52 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.14 https://www.lgi.co.id/uploads/2020/07/loogo512x512-150x150.jpg LGI https://www.lgi.co.id 32 32 LGI Wujudkan Kepedulian untuk Masyarakat Terdampak Gempa di NTT https://www.lgi.co.id/lgi-wujudkan-kepedulian-untuk-masyarakat-terdampak-gempa-di-ntt/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lgi-wujudkan-kepedulian-untuk-masyarakat-terdampak-gempa-di-ntt Mon, 02 Nov 2026 02:05:00 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25475 Tangerang, 2 November 2026 – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan. PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) turut mengambil bagian dalam aksi sosial ini melalui program LGI Ultra 2026 – “Runspire for NTT”, yang mengubah semangat olahraga karyawan menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan charity challenge yang berlangsung pada 26–31 Agustus 2026 ini diikuti oleh 56 finisher dari berbagai unit kerja LGI. Setiap kilometer yang ditempuh melalui aktivitas lari maupun bersepeda dikonversikan menjadi donasi, dengan total sebesar Rp26.000.000 untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi LGI dengan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melalui Hypermart Lippo Plaza Kupang El Tari, serta melibatkan PMI Kabupaten Ende. Logistik diberangkatkan dari Kupang pada 19 September 2026, tiba di Ende pada 21 September 2026, dan diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah serta PMI setempat pada 24 September 2026. Distribusi bantuan selanjutnya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan situasi, kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Melalui kegiatan ini, LGI menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan kolaborasi dapat diwujudkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Runspire for NTT” tidak hanya menjadi ajang olahraga bagi karyawan, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan menghadirkan kontribusi positif bagi sesama.


[Marketing Communication LGI]

]]>
Mulai Gerak Sekarang Yuk! https://www.lgi.co.id/mulai-gerak-sekarang-yuk/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=mulai-gerak-sekarang-yuk Fri, 30 Oct 2026 07:39:08 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25471

[Marketing Communication LGI]

]]>
Lakukan Ini untuk Menjaga Kesehatan Punggungmu! https://www.lgi.co.id/lakukan-ini-untuk-menjaga-kesehatan-punggungmu/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=lakukan-ini-untuk-menjaga-kesehatan-punggungmu Mon, 19 Oct 2026 10:15:35 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25451

[Marketing Communication LGI]

]]>
Waspada! Kanker Tulang Belakang Bisa Sebabkan Kelumpuhan https://www.lgi.co.id/waspada-kanker-tulang-belakang-bisa-sebabkan-kelumpuhan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=waspada-kanker-tulang-belakang-bisa-sebabkan-kelumpuhan Mon, 19 Oct 2026 09:59:43 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25445

Spinal cancer atau kanker tulang belakang adalah jenis kanker yang menyerang tulang belakang, termasuk pada ruas-ruas tulang belakang, sumsum tulang belakang, hingga jaringan di sekitar tulang belakang. Kondisi ini dapat berdiri sendiri, maupun terjadi akibat adanya kanker yang menyebar (metastasis) dari bagian tubuh lainnya.

Mari pahami lebih lanjut mengenai kanker tulang belakang melalui artikel berikut ini.

Apa itu Kanker Tulang Belakang?

Kanker tulang belakang adalah kondisi yang ditandai dengan pertumbuhan sel-sel secara abnormal dan tidak terkendali pada tulang belakang. Kondisi ini sering kali berawal dari keganasan pada area tubuh lain, kemudian menyebar (metastasis) hingga ke tulang belakang.

Penyebaran sel kanker tersebut bisa berasal dari kanker paru-paru, kanker tiroid, kanker payudara, kanker ginjal, kanker rahim, hingga kanker prostat. Di samping itu, kanker ini juga bisa bersifat primer yang berarti kemunculannya berdiri sendiri, dan bukan berasal dari metastasis.

Adapun beberapa jenis kanker tulang belakang primer, di antaranya:

1. Osteosarkoma

Jenis kanker yang bermula pada sel-sel pembentuk tulang (osteoblas). Kondisi ini bisa melemahkan tulang.

2. Chordoma

Kanker yang dapat muncul di seluruh ruas tulang belakang, namun paling sering pada area sakrum (bagian dasar tulang belakang terhubung dengan panggul).

3. Chondrosarcoma

Kanker yang terbentuk di tulang rawan. Meskipun jarang, chondrosarcoma dapat terjadi di tulang belakang.

4. Sarkoma Ewing
Jenis kanker yang menyerang tulang dan jaringan lunak di sekitarnya. Jenis ini juga cukup jarang terjadi pada tulang belakang.

Selain klasifikasi di atas, spinal cancer juga bisa dibedakan menjadi empat jenis berdasarkan lokasi anatomi tulang yang terdampak, yaitu:

1. Tumor ekstradural (tumor epidural)
Tumor yang terbentuk di dalam tulang belakang, paling sering pada area yang mengelilingi selaput dura (lapisan paling luar selaput sumsum tulang belakang).

2. Tumor intradural
Tumor yang terbentuk di dalam dura. Tumor intradural dibagi lagi menjadi dua, yaitu:

a. Intradural-extramedullary tumor
Tumor yang tumbuh di dalam dura, namun di luar sumsum tulang belakang. Tumor ini terjadi pada lapisan di dalam dura pada selaput sumsum tulang belakang (meningen).

b. Intradural-intramedullary tumor
Tumor yang tumbuh di dalam dura, di dalam sumsum tulang belakang.

Penyebab Kanker Tulang Belakang
Pada dasarnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab langsung pertumbuhan sel abnormal yang memicu terjadinya kanker tulang belakang.

Namun, beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker tulang belakang, di antaranya:

  • Memiliki riwayat kanker lain, seperti kanker payudara, kanker paru-paru, atau kanker prostat.
  • Kelainan genetik tertentu, seperti neurofibromatosis atau penyakit Von Hippel-Lindau, diduga berkaitan dengan perkembangan tumor pada sumsum tulang belakang.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Paparan terapi radiasi.
  • Paparan bahan kimia tertentu, termasuk bahan kimia industri.

Gejala Kanker Tulang Belakang

Spinal cancer biasanya menimbulkan rasa nyeri di area punggung. Rasa nyeri tersebut bisa berasal dari tumor yang menekan saraf atau menyebabkan ketidakstabilan tulang belakang.

Di samping itu, beberapa gejala umum spinal cancer adalah sebagai berikut:

  • Kelemahan otot, terutama pada bagian kaki atau lengan.
  • Kesulitan berjalan.
  • Kesemutan dan mati rasa.
  • Kelainan struktur tulang belakang, seperti kifosis atau skoliosis.
  • Nyeri di leher, tangan, atau kaki.
  • Gangguan fungsi usus dan kandung kemih.
  • Kelumpuhan ringan hingga berat pada berbagai bagian tubuh.

Diagnosis Kanker Tulang Belakang
Penegakan diagnosis kanker tulang belakang biasanya diawali dengan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengonfirmasi gejala-gejala yang dialami pasien.

Lalu, guna mengonfirmasi diagnosis spinal cancer, dokter dapat meminta pasien untuk menjalani beberapa pemeriksaan tambahan, yaitu:

  • Tes pencitraan, seperti CT scan, MRI, rontgen, bone scan, serta PET scan.
  • Biopsi.
  • Myelogram.
  • Pungsi lumbal.

Pengobatan Kanker Tulang Belakang
Pada dasarnya, pengobatan spinal cancer akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Namun, beberapa metode yang kerap digunakan untuk menangani kanker ini adalah sebagai berikut:

1. Tindakan pembedahan
Untuk mengangkat sebagian maupun seluruh tumor.

2. Kemoterapi
Yaitu prosedur medis yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

3. Radioterapi
Yaitu prosedur medis yang menggunakan energi radiasi untuk membunuh atau mengecilkan tumor.

4. Radiologi intervensi
Termasuk melakukan biopsi, memberikan perawatan paliatif, serta memantau respons tubuh terhadap pengobatan.

Artikel ini bersumber dari Siloam Hospitals.

Download artikel tentang “Waspada! Kanker Tulang Belakang Bisa Sebabkan Kelumpuhan“


[Marketing Communication LGI]

]]>
GERD: Kenali dan Kendalikan https://www.lgi.co.id/gerd-kenali-dan-kendalikan/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gerd-kenali-dan-kendalikan Fri, 25 Sep 2026 08:31:18 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25413

[Marketing Communication LGI]

]]>
Gejala Maag Kronis yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja? https://www.lgi.co.id/gejala-maag-kronis-yang-perlu-diwaspadai-apa-saja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=gejala-maag-kronis-yang-perlu-diwaspadai-apa-saja Tue, 22 Sep 2026 02:03:59 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25407

Maag kronis adalah peradangan lapisan dinding lambung yang terjadi dalam jangka waktu yang lama, biasanya lebih dari 6 bulan. Kondisi ini umumnya disertai oleh berbagai gejala, seperti sakit pada perut (paling sering di bagian atas dan ulu hati), mual dan muntah, hingga penurunan nafsu makan. Untuk mengenal apa saja gejala maag kronis selengkapnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.

Berbagai Gejala Maag Kronis yang Perlu Diwaspadai
Dalam dunia medis, maag disebut juga sebagai gastritis. Terdapat sejumlah faktor yang bisa menyebabkan terjadinya gastritis, seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, konsumsi obat golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dalam jangka panjang, hingga reaksi autoimun. Jika terjadi dalam jangka waktu lama, gastritis kerap disertai dengan berbagai gejala kronis. Berikut adalah uraian lengkapnya.

1.  Sakit pada Perut Bagian Atas
Gejala maag kronis yang pertama adalah nyeri pada perut bagian atas serta ulu hati. Hal ini dapat terjadi karena adanya peradangan pada organ lambung yang terletak pada perut bagian atas. Jika sudah kronis, nyeri perut biasanya bertahan cukup lama dan tidak mudah hilang dengan sendirinya.

2.  Mual dan Muntah
Tanda maag kronis berikutnya adalah mual dan muntah. Hal ini dapat berhubungan dengan makanan yang dikonsumsi oleh penderita maag kronis, misalnya ketika mengonsumsi makanan-makanan pedas atau gorengan.

3.  Perut Kembung
Perut kembung juga bisa muncul sebagai salah satu gejala maag kronis. Gejala ini disebabkan karena adanya peradangan dan iritasi yang terjadi pada lapisan dalam lambung. Lalu, kembung juga dapat terjadi apabila mengonsumsi makanan-makanan yang memicu produksi gas, misalnya bawang dan susu.

4.  Mudah Kenyang saat Makan
Gejala maag kronis berikutnya adalah merasa mudah kenyang saat makan. Peradangan dan iritasi pada lapisan lambung dapat memengaruhi proses pencernaan, sehingga makanan lebih lambat dicerna. Hal ini kerap membuat penderitanya merasa begah dan lebih cepat kenyang saat makan, meskipun jumlah makanan yang masuk masih sedikit.

5.   Sering Bersendawa
Karena adanya gas yang menumpuk di dalam perut, maag juga kerap menyebabkan penderitanya lebih sering bersendawa. Sebab, saat bersendawa, gas dan udara yang ada di dalam saluran pencernaan akan keluar sedikit demi sedikit sehingga bisa membantu meringankan sensasi tidak nyaman di perut. Sendawa akibat maag kronis umumnya terjadi beberapa kali dalam sehari.

6.    Penurunan Nafsu Makan
Penurunan nafsu makan juga menjadi salah satu gejala maag kronis yang kerap terjadi. Pada dasarnya, gejala ini berkaitan dengan perut kembung dan mudah merasa kenyang saat makan. Penurunan nafsu makan akibat maag kronis biasanya terjadi karena adanya sensasi tidak nyaman pada perut di saat maupun setelah makan. Selain itu, berkurangnya nafsu makan akibat maag kronis juga bisa berdampak pada penurunan berat badan.

Pencegahan Gejala Maag Kronis
Agar terhindar dari risiko munculnya gejala maag kronis, penting untuk menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Dalam hal ini, terdapat beberapa pola hidup yang bisa diterapkan sebagai langkah pencegahan gejala maag kronis, di antaranya sebagai berikut:

  • Membatasi asupan makanan pedas, berlemak tinggi, dan makanan yang mengandung gas.
  • Membatasi asupan makanan atau minuman yang mengandung kafein.
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Tidak langsung berbaring setelah makan.
  • Mengelola stres sebaik mungkin.
  • Berhenti merokok.

Artikel ini bersumber dari siloamhospitals.com

Download artikel tentang “Gejala Maag Kronis yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?“


[Marketing Communication LGI]

]]>
A Stronger Rating. A Stronger LGI. https://www.lgi.co.id/a-stronger-rating-a-stronger-lgi/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=a-stronger-rating-a-stronger-lgi Thu, 10 Sep 2026 07:04:37 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25380 Fitch Ratings has upgraded PT Lippo General Insurance Tbk’s National Insurer Financial Strength Rating to ‘AAA(idn)’ from ‘AA+(idn)’, with a Stable Outlook.

The upgrade reflects LGI’s strong financial profile and its exceptionally strong capacity to meet policyholder obligations relative to other insurers in Indonesia.

Reaching ‘AAA(idn)’ — the highest level on Fitch’s national rating scale — marks another important step in LGI’s journey of building greater financial strength, resilience, and long-term trust.

As part of Hanwha Finance, we continue to move forward with a clear commitment: to grow stronger, serve better, and protect what matters.

Stronger today. Ready for what’s next.


[Marketing Communication LGI]

]]>
Waspada Abu Vulkanik: Langkah Sederhana Melindungi Diri Anda https://www.lgi.co.id/waspada-abu-vulkanik-langkah-sederhana-melindungi-diri-anda/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=waspada-abu-vulkanik-langkah-sederhana-melindungi-diri-anda Tue, 08 Sep 2026 09:03:44 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25365

[Marketing Communication LGI]

]]>
CEDERA SARAF TULANG BELAKANG, BAGAIMANA PENGOBATANNYA? https://www.lgi.co.id/cedera-saraf-tulang-belakang-bagaimana-pengobatannya/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=cedera-saraf-tulang-belakang-bagaimana-pengobatannya Tue, 01 Sep 2026 06:55:49 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25339

Cedera saraf tulang belakang atau Spinal Cord Injury (SCI) adalah kondisi kesehatan yang serius dan mengganggu kehidupan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan 250.000 – 500.000 orang menderita cedera ini setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar kasus cedera saraf ini terjadi karena penyebab yang sebenarnya dapat dicegah, seperti kekerasan di jalan raya, terjatuh, kekerasan, aktivitas olahraga yang berlebihan, atau penyakit lain.

Mengenal Cedera Saraf Tulang Belakang

Tiap manusia memiliki tulang belakang yang dilengkapi dengan saraf. Kumpulan saraf ini kerap disebut sebagai sumsum tulang belakang yang ibarat kabel penghubung otak dengan punggung bagian bawah, dan bagian tubuh lainnya. Saraf merupakan sel yang membawa pesan gerakan dan perasaan dari otak ke seluruh tubuh dan dari tubuh kembali ke otak.

Saraf tulang belakang mengontrol:

  • Pergerakan otot
  • Fungsi tubuh, seperti bernapas dan berkemih
  • Perasaan (sensasi) seperti panas, dingin, getaran, dan sentuhan
  • Kesadaran akan posisi dan gerakan tubuh

Ketika terjadi cedera saraf tulang belakang, kehidupan orang bisa jadi berubah drastis karena cara tubuh bergerak, merasakan, dan berfungsi pada umumnya pun berubah. Orang tersebut bisa jadi lumpuh atau sebagian anggota tubuhnya tak bisa lagi berfungsi seperti sebelumnya.

Setelah seseorang mengalami cedera, dokter tidak selalu dapat mengetahui bagaimana kondisi orang tersebut dalam jangka panjang. Pemulihan bisa berjalan hingga lebih dari dua tahun setelah cedera. Orang yang mengalami cedera saraf tulang belakang memerlukan perawatan medis secara intensif dan berkelanjutan agar dapat pulih.

Cedera saraf tulang belakang biasanya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu lengkap (complete) dan tidak lengkap (incomplete). Pada cedera lengkap, tidak ada sinyal antara otak dengan titik di bawah lokasi cedera, sehingga tidak ada sensasi dan gerakan aktif maupun gerakan refleks. Gangguan terjadi di kedua sisi tubuh. Adapun orang dengan cedera tidak lengkap mungkin dapat lebih menggerakkan satu anggota tubuh daripada yang lain, dapat merasakan bagian tubuh yang tidak dapat digerakkan, atau satu sisi tubuhnya lebih berfungsi dari pada yang lain.

Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera tulang belakang dapat menyebabkan satu atau lebih tanda dan gejala berikut:

  • Kehilangan gerakan/kelumpuhan
  • Kehilangan kemampuan untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan
  • Kehilangan kontrol usus atau kandung kemih
  • Aktivitas refleks yang berlebihan atau kejang
  • Perubahan fungsi seksual, sensitivitas seksual dan kesuburan
  • Rasa sakit atau sensasi menyengat yang disebabkan oleh kerusakan pada serabut saraf di sumsum tulang belakang
  • Kesulitan bernapas, batuekstirmk, atau mengeluarkan lendir dari paru-paru
  • Nyeri punggung yang ekstrem atau tekanan di leher, kepala atau punggung
  • Mati rasa, kesemutan, atau hilangnya sensasi di tangan, jari tangan, kaki atau jari kaki
  • Posisi leher atau punggung aneh atau bengkok

Penyebab Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang dapat terjadi akibat kerusakan pada tulang belakang, ligamen, bantalan tulang belakang, atau sumsum tulang belakang itu sendiri. Penyebab kerusakan itu antara lain pukulan atau benturan tiba-tiba pada tulang belakang yang membuatnya patah, terkilir, remuk, atau tertekan satu sama lain. Pemicu lainnya adalah luka tembak atau pisau yang menembus dan memotong saraf tulang belakang.

Cedera tambahan bisa terjadi dalam hitungan hari atau pekan karena perdarahan, pembengkakan, peradangan, dan akumulasi cairan di dalam dan sekitar sumsum tulang belakang. Selain itu, ada penyebab cedera non-traumatis, seperti artritis, kanker, infeksi, atau degenerasi bantalan tulang belakang.

Diagnosis Cedera Saraf Tulang Belakang

Untuk mendiagnosis cedera saraf tulang belakang, dokter akan mengecek gerakan atau sensasi di sekitar titik cedera, termasuk napas dan respons pasien. Adapun tes medis untuk memeriksa cedera ini antara lain:

  • Sinar-X menunjukkan gambar dua dimensi sebagian besar bagian tubuh, seperti sendi atau sistem organ utama. Retakan atau ketidakselarasan pada tulang belakang dapat segera terlihat dengan pemeriksaan ini.
  • Computerized Tomography (CT) scan memberikan gambaran dua dimensi yang cepat dan jelas tentang organ, tulang, dan jaringan. CT dapat mendeteksi patah tulang, perdarahan, dan penyempitan kanal tulang belakang.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) menghasilkan gambar tiga dimensi rinci dari struktur tubuh, termasuk jaringan, organ, tulang, dan saraf. Hasil tes ini dapat menunjukkan trauma otak dan tulang belakang akibat cedera.

Perawatan Cedera Saraf Tulang Belakang

Perawatan untuk cedera saraf tulang belakang bergantung pada otot, sensasi, dan fungsi yang terpengaruh. Perawatan yang utama meliputi:

  • Pemberian obat-obatan
  • Bantuan pernapasan
  • Penggunaan kateter untuk membantu membuang air kecil
  • Operasi tulang belakang

Pasien juga perlu perawatan jangka panjang untuk menghadapi perubahan hidup yang dialami. Perawatan rehabilitasi in termasuk belajar menggunakan kursi roda atau kruk, melatih kekuatan otot tubuh, mengatasi perasaan frustrasi, takut, sedih, atau marah.

Pencegahan Cedera Saraf Tulang Belakang

Sebagian besar penyebab cedera saraf tulang belakang dapat dicegah. Contohnya:

  • Berkendara dengan aman. Tabrakan mobil adalah salah satu penyebab paling umum cedera saraf tulang belakang. Kenakan sabuk pengaman setiap kali Anda berada di dalam mobil. Bila capek, sebaiknya menepi dan beristirahat dulu.
  • Bagi anak-anak, pastikan menggunakan kursi pengaman anak yang sesuai dengan usia dan berat badan di mobil. Anak-anak di bawah usia 12 tahun sebaiknya duduk di kursi belakang untuk menghindari cedera akibat keluarnya kantong udara di kursi depan
  • Mencegah jatuh. Misalnya dengan berpegangan ketika naik-turun tangga, menggunakan keset anti-selip di kamar mandi, dan berhati-hati saat mengenakan sepatu hak tinggi.
  • Waspada saat selalu kenakan perlengkapan keselamatan yang direkomendasikan dan hindari gerakan yang berpotensi menimbulkan cedera.

Kapan Harus ke Dokter

Siapa pun yang mengalami kejadian traumatis pada kepala atau leher, misalnya terbentur atau terjatuh, memerlukan pemeriksaan medis segera untuk mengecek apakah terjadi cedera saraf tulang belakang. Faktanya, tindakan yang paling aman adalah berasumsi terjadi cedera tulang belakang sampai terbukti sebaliknya karena cedera serius tidak selalu langsung terlihat. Bila tak diketahui, cedera bisa menjadi lebih parah. Selain itu, mati rasa atau kelumpuhan bisa terjadi secara bertahap. Jarak waktu antara cedera dan perawatan juga menentukan peluang pemulihan pasien cedera tulang belakang.

Narasumber
dr. Hendra Hermanto, Sp. OT

Download artikel tentang “CEDERA SARAF TULANG BELAKANG, BAGAIMANA PENGOBATANNYA?“


[Marketing Communication LGI]

]]>
Jaga Pergelangan Tangan Saat Bekerja https://www.lgi.co.id/jaga-pergelangan-tangan-saat-bekerja/?utm_source=rss&utm_medium=rss&utm_campaign=jaga-pergelangan-tangan-saat-bekerja Mon, 24 Aug 2026 09:17:52 +0000 https://www.lgi.co.id/?p=25321

[Marketing Communication LGI]

]]>